Jumat, 24 Februari 2017

SUKU NIAS

Suku Nias adalah suku bangsa atau kelompok masyarakat yang mendiami pulau Nias, Provinsi Sumatera Utara. Gugusan pulau-pulau yang membujur di lepas pantai barat Sumatra yang berbatas Samudra Hindia. Kurang lebih hanya lima pulau besar yang dihuni; Pulau Nias, Tanah Bala, Tanah Masa, Pulau Tello, dan Pulau Pini. Dari kelima pulau besar itu, Pulau Nias lah yang memiliki penduduk yang cukup padat dan menjadi pusat dari kegiatan ekonomi serta pemerintahan.

Dalam bahasa setempat, orang Nias menyebut dirinya ono niha, ono berarti anak atau keturunan, sedangkan niha artinya manusia. Sedangkan pulau Nias disebut sebagai tano niha, Tano berarti Tanah dan nihaartinya manusia.
Ada beberapa pendapatmengenai asal usul leluhur masyarakat suku Nias, baik yang bersumber dari hoho(tradisi lisan yang berbentuk syair dan dinyanyikan). Mengenai asal usul orang Nias yang memiliki banyak versi sering kali menjadi bahan polemik di kalangan masyarakat Nias.
Berikut adalah dua versi asal mula masyarakat Nias yang paling banyak dipercayai sebagai asal usul kehidupan di masyarakat suku Nias. Hoho yang ada dan berkembang di Pulau Nias menceritakan bahwa manusia pertama yang tinggal di Pulau Nias adalah sowanua atau juga disebut ono mbela.
Ono mbela adalah keturunan dari penguasa langit yang turun ke bumi dengan menggunakan liana lagara, jenis tumbuhan yang merambat di pohon. Konon, sebagian dari mereka ada yang bisa mencapai tanah dan sebagian lagi tersangkut di atas pohon. Yang memilih tinggal di pohon disebut sebagai sowanua/ono mbela (manusia pohon). Para Ono mbela ini dikenal memiliki rambut dan kulit yang berwarna putih, memiliki paras cantik, dan bermata biru.
Mereka yang jatuh ke tanah, menurut hoho, mereka menyelamatkan diri tinggal di gua-gua. Mereka kemudian tidak lagi disebut dengan ono mbela, tetapi dipanggil nadaoya yang berarti manusia yang tinggal di gua. Secara fisik pun mereka berbeda, nadaoya dikenal memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dan memiliki kulit yang sedikit gelap.
Versi ini diperkuat oleh data-data arkeologis prasejarah berdasar pada temuan artefak-artefak di gua-gua, salah satunya di Gua Togi Ndrawa yang berada di Desa Lolowanu Niko‘otano, Kecamatan Gunung Sitoli diketemukan alat-alat tulang dan alat batu.
Versi lain mengenai asal muasal kehidupan di Nias adalah bahwa orang nias berasal dari Sigaru Tora’a (pohon hayat/kehidupan) yang terletak di Teteholi ana’a. Sama halnya seperti versi pertama, mitologi orang Nias ini terdapat pula dalam hoho yang mencertiakan bahwa alam semesta dan segala isinya berasal dari beberapa warna udara yang di aduk Lowalangi.

Sumber : http://www.wacana.co/2014/03/suku-nias/

Minggu, 05 Februari 2017

SUKU DAYAK

Suku dayak adalah salah
 satu suku asli Kalimantan yang sangat terkenal karena keunikan etnik
budayanya, bukan hanya di Indonesia, melainkan juga hingga ke
mancanegara. Suku dayak dikenal sebagai suku yang memiliki warisan magis
 yang kuat. Ilmu-ilmu spiritual menjadi simbol kekhasan dari adat suku
yang mendiami pedalaman tanah Borneo ini. Namun terlepas dari kenyataan
tersebut, ternyata masih banyak orang yang belum tahu tentang seperti
apa dan bagaimana asal usul suku dayak tersebut di masa lalu.

Asal Usul Suku Dayak
Asal usul suku dayak diperkirakan merupakan keturunan dari ras Mongolid,
 Asia. Seperti diketahui bahwa 2000 tahun sebelum masehi, benua Asia
masih menyatu dengan Pulau Kalimantan. Ras mongolid yang terdesak karena
 kalah perang, mengembara ke arah Selatan, mulai dari Semenanjung
Malaya, Serawak, hingga Kalimantan. Ras Mongolid ini kemudian menetap,
mendirikan perkampungan di tepian-tepian sungai, beranak pinak, dan
membangun kebudayaannya sendiri di tanah Borneo.

Asal Usul Suku Dayak
Seiring waktu berlalu, suku bangsa Melayu dari Sumatera dan Semenanjung
Malaya, Orang-orang suku Bugis, Makassar, dan Jawa yang datang dalam
rentang waktu yang lama, mendesak orang-orang ras Mongolid yang menjadi
asal usul suku dayak ini untuk semakin masuk, naik ke huluan sungai.
Mereka terpencar-pencar, menyebar, dan mendiami daerah daerah pedalaman.
 Masing-masing dari mereka kemudian mengembangkan adat budayanya
masing-masing dan menjadi cikal bakal beragamnya sub etnis suku dayak di
 tanah Kalimantan.

Di runut dari sejarahnya, suku dayak sebetulnya pernah mendirikan sebuah
 kerajaan bernama Kerajaan Dayak Nansarunai. Akan tetapi, kerajaan ini
tidak bertahan lama. Ia digempur dan dihancurkan oleh kedigdayaan
Majapahit yang saat itu tengah gencar melakukan ekspansi wilayah.

Asal Usul Suku Dayak
Sejarah dan asal usul suku dayak juga dipengaruhi oleh budaya dari suku
atau bangsa lain yang masuk ke wilayah Kalimantan. Misionaris Kristen
misalnya yang telah berhasil mengubah kepercayaan suku dayak yang
awalnya animisme menjadi percaya pada Al-Kitab, budaya Islam yang dibawa
 orang-orang Jawa di masa kejayaan kerajaan Demak telah membuat sebagian
 kecil masyarakat dayak beralih menganut Islam, serta kebudayaan
Tionghoa yang menambah keragaman pengetahuan seni mereka seperti piring
malawen, belanga, dan peralatan keramik.

Asal Usul Suku Dayak
Terlepas dari akulturasi dan pengaruh budaya dari suku bangsa lainnya,
pada kenyatannya saat ini suku dayak telah terbagi menjadi 6 stanmenras
atau 6 rumpun. Keenam rumpun yang antara lain rumpun Klemantan, rumpun
Iban, rumpun Apokayan, rumpun Murut, rumpun Ot Danum-Ngaju, dan rumpun
Punan tersebut menyebar ke seluruh wilayah di Kalimantan, mulai dari
Kalimantan Barat, Timur, Tengah, Selatan, dan Kalimantan Utara. Keenam
rumpun tersebut juga terbagi lagi menjadi ratusan sub suku dayak yang
daftarnya dapat Anda lihat di sini.

Nah, demikianlah pemaparan mengenai asal usul suku dayak, penyebaran,
dan sejarahnya. Jika ada pendapat atau masukan lain mengenai pembahasan
sejarah suku dayak di artikel ini, silakan gunakan kolom komentar di
bawah untuk menyampaikan. Semoga bermanfaat.
<br />
<br />
Sumber: <a href="http://kisahasalusul.blogspot.com/2015/10/asal-usul-suku-dayak.html">http://kisahasalusul.blogspot.com/2015/10/asal-usul-suku-dayak.html</a><br />
Disalin dari Blog Kisah Asal Usul. </div>